Curhat Dokter Akhada, kenapa ‘nekad’ nyalon di Pilkada Kota Mataram

GETNEWS.ID – Salah satu niat saya untuk maju mencalonkan diri masuk dalam bursa bakal calon wawali Mataram yaitu atas dasar rasa prihatin terhadap tingginya angka pengangguran dikota Mataram.” Demikian ungkap dr. Akhada Maulana kepada awak media saat ditemui disalah satu rumah sakit dimana dirinya mengabdi sebagai dokter yang sehari-hari berprofesi sebagai Dokter disejumlah Rumah Sakit Negeri dan Swasta dikota Mataram, Senin (18/11).

Dengan sedikit menampakkan wajah keprihatinan, Akhada yang dikenal murah senyum dan selalu ramah terhadap siapa saja ini bercerita, “Sekitar 14.000 kalau gak salah. Tolong dicek, terutama pengangguran terdidik (sarjana),” ungkapnya.

Berikut penuturan sang dokter :

Berangkat dari pemikiran itulah, kemudian saya memperkuat tekad, tambahnya, dan berikhtiyar untuk maju sebagai Bakal Calon Wali Kota dan memikirkan formulasi untuk melihat sudut pandang persoalannya hingga menyimpulkan solusinya, dengan membuat orekan-orekan kertas tentang bagaimana mengatasi persoalan tingginya angka pengangguran di Kota Mataram.

Berbicara faktor penyebab, maka satu hal yang menjadi penyebab, yaitu tingginya angka urbanisasi yang berasal dari seluruh Kabupaten/Kota se NTB maupun dari pelosok-pelosok lain di Indonesia tanpa diimbangi dengan ketersediaan lapangan kerja yang cukup. Maka disini kita bisa bayangkan betapa hebatnya nilai persaingan dalam merebut lapangan pekerjaan yang menimbulkan permasalaha  yang baru yakni angka pengangguran yang terus menerus meningkat.

Untuk membantu masyarakat terutama kaum muda, yang trend dengan bahasa generasi muda milenial maka saya berfikir tentang Program yang akan saya siapkan dalam upaya mengurangi angka pengangguran tersebut, diantaranya sebagai skala prioritas memberikan solusi guna menyiapkan lapangan kerja bagi para pengangguran terdidik dengan menyiapkan lapangan kerja baik di mataram maupun luar kota mataram. 

Selain itu kita juga sangat perlu untuk mendorong dan memfasilitasi untuk membangun wira usaha terutama untuk para sarjana yang masih kesulitan mendapatkan lapangan pekerjaan, maka dengan konsep pemberdayaan yang membangun dunia bisnis dengan membekali masyarakat khususnya pengangguran terdidik sesuai topikĀ  bahasan ini, dengan keterampilan yang disesuaikan dengan kebutuhan serta membantu perentuk simpan pinjam yang tentunya dengan jalur syari’ah.

Satu hal yang perlu didorong lagi kata sang dokter, adalah yaitu peluang meraih penghasilan dengan memanfaatkan dunia maya sebagai sarana penunjang yang memberikan peluang yang menjanjikan dengan melihat peluang yang cukup menguntungkan baik bagi daerah dengan membangun inovasi seperti memanfaatkan konten yutube atau aplikasi lainnya yang bermanfaat sebagai sarana untuk mengiklankan beberapa destinasi atau potensi pariwisata melalui kreasi-kreasi yang dikemas sedemikian rupa sehingga menarik sebagai konten yang akan dilihat banyak orang. 

Dan untuk mewujudkan peluang ini, tentu juga membutuhkan  perhatian khusus dari sejumlah pihak, terutama pemerintah daerah sebagai pemegang kebijakan didaerah melalui  pembinaan dengan menggelar diklat singkat bekerja sama dengan provider yang membuka usaha didaerah ini untuk menghadirkan para ahli atau pemilik  konten yang telah sukses meraih penghasilan untuk berbagi tips/resep sukses menyajikan kontens yang diminati publik.

Mengapa saya begitu optimis, ini bisa dikembangkan sebagai salah satu upaya mengurangi angka pengangguran dan menjanjikan hasil yang cukup menjanjikan.?

Saya terinspirasi oleh beberapa kota di dunia yang sebagian warganya bekerja di dunia maya dengan induk perusahaannya di luar negeri.

Mereka akan bekerja dari rumah, tetapi akan membantu memberikan pemasukan dana dan devisa bagi kota mataram.

Saya contohkan saja pada diri saya sendiri. Disela waktu menjalankan kewajiban melayani masyarakat yang membutuhkan keahlian saya ditempat bertugas yaitu dibeberapa Rumah sakit Swasta dan milik pemerintah dikota Mataram, saya juga bekerja sebagai dokter konsultan di salah satu aplikasi konsultasi kesehatan online yang berpusat di jakarta. 

Berangkat dari pemikiran itulah, kemudian saya memperkuat tekad, berikhtiyar untuk maju sebagai Bakal Calon Wali Kota dan memikirkan formulasi untuk melihat sudut pandang persoalannya hingga menyimpulkan solusinya, dengan membuat orekan-orekan kertas tentang bagaimana mengatasi persoalan tingginya angka pengangguran dikota Mataram.

Berbicara faktor penyebab, maka satu hal yang menjadi penyebab, yaitu tingginya angka urbanisasi yang berasal dari seluruh Kabupaten/Kota se NTB maupun dari pelosok-pelosok lain di Indonesia tanpa diimbangi dengan ketersediaan lapangan kerja yang cukup. Maka disini kita bisa bayangkan betapa hebatnya nilai persaingan dalam merebut lapangan pekerjaan yang menimbulkan permasalaha  yang baru yakni angka pengangguran yang terus menerus meningkat.

Untuk membantu masyarakat terutama kaum muda yang trend dengan bahasa generasi muda milenial maka saya berfikir tentang Program yang akan saya siapkan dalam upaya mengurangi angka pengangguran tersebut, diantaranya sebagai skala prioritas memberikan solusi guna menyiapkan lapangan kerja bagi para pengangguran terdidik dengan menyiapkan lapangan kerja baik di mataram maupun luar kota mataram. 

Selain itu kita juga sangat perlu untuk mendorong dan memfasilitasi untuk membangun wira usaha dengan konsep pemberdayaan yang membangun dunia bisnis dengan membekali masyarakat khususnya pengangguran terdidik yang kita bahas tadi, dengan keterampilan yang disesuaikan dengan kebutuhan serta membantu permodalan dengan bentuk simpan pinjam yang tentunya dengan jalur syari’ah.

Satu hal yang perlu didorong lagi adalah yaitu peluang meraih penghasilan dengan memanfaatkan dunia maya sebagai sarana penunjang yang memberikan peluang yang menjanjikan dengan melihat peluang yang cukup menguntungkan baik bagi daerah dengan membangun inovasi seperti memanfaatkan konten yutube atau aplikasi lainnya yang bermanfaat sebagai sarana untuk mengiklankan beberapa destinasi atau potensi pariwisata melalui kreasi-kreasi yang dikemas sedemikian rupa sehingga menarik sebagai konten yang akan dilihat banyak orang. 

Dan untuk mewujudkan peluang ini, tentu juga membutuhkan  perhatian khusus dari sejumlah pihak, terutama pemerintah daerah sebagai pemegang kebijakan didaerah melalui  pembinaan dengan menggelar diklat singkat bekerja sama dengan provider yang membuka usaha didaerah ini untuk menghadirkan para ahli atau pemilik  konten yang telah sukses meraih penghasilan untuk berbagi tips/resep sukses menyajikan kontens yang diminati publik.

“Kreativitas semacam ini tentu akan memberikan gaji atau penghasilan yang terbilang cukup lumayan yang akan mengalir ke-rekening setiap bulan, karena saya sendiri sudah membuktikan.” Ucap Akhada optimis.

ach.s

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Dalam 21 hari, Restorasi Sungai di Lobar ini tuntas dikerjakan oleh TNI

Tue Nov 19 , 2019
TNInspirasi – Restorasi Sungai Teloke di Kecamatan Batulayar dan Sungai Lamper di Kecamatan Kuripan berhasil dirampungkan pada Senin (18/11). Kegiatan yang dikerjakan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) bersama TNI serta masyarakat ini memakan waktu 21 hari, terhitung dari hari pencangan pada tanggal 24 Oktober sampai 13 November. Dandim 1606/Lobar Kolonel […]