TGB tanggapi Disertasi ‘Nyeleneh’ soal seks diluar nikah yang bikin heboh

GETNEWS.ID – Disertasi mahasiswa program doktor di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga memicu kontroversial.Abdul Aziz, dosen Fakultas Syariah Institut Agama Islam (IAIN) Surakarta, dalam disertasinya mengangkat konsep milkul yamin Muhammad Syahrur, seorang intelektual muslim asal Suriah.

Konsep itu menyebutkan bahwa berhubungan intim di luar nikah dalam batas tertentu, tidak melanggar syariat Islam.

Mantan Gubernur NTB, DR M Zainul Majdi atau biasa dipanggil Tuan Guru Bajang (TGB) merespon Disertasi tersebut dalam beberapa poin catatannya yang tersebar di media sosial, berikut tanggapan TGB terkait Disertasi Milkul Yamin tersebut :

Sedikit catatan saya tentang disertasi Milkul Yamin :

1. Abstraksi disertasi menunjukkan esensi. Alinea kedua abstraksi tegas menyatakan kajian ini untuk mencari justifikasi seks nonmarital alias luar nikah. Jadi disertasi ini lebih kepada amal tabririy dibanding amal ‘ilmy.

2. Perbudakan marak jauh sebelum datangnya Islam. Syariat Islam bekerja melawan itu dalam dua jalur :

  • menjadikan pembebasan budak sebagai ibadah yang mulia, termasuk sebagai penebus dosa tertentu, bahkan menjadi satu dari delapan saluran pemanfaatan dana zakat.
  • membatasi sumber perbudakan hanya pada peperangan. Itupun apabila musuh mengadopsi hal tersebut. Pendekatan resiprokal alias perlakuan setimpal, bukan kaidah umum. Penculikan, perampokan tidak boleh menjadi sumber perbudakan. Saat ini, seluruh dunia sudah meratifikasi penghapusan perbudakan secara total termasuk dalam peperangan sehingga pintu perbudakan sudah tertutup. Saat ini, seluruh perempuan (manusia) di muka bumi berstatus merdeka.

3. Milkul yamin istilah Alqur’an yang ditafsirkan para ulama sebagai :

Pertama, perempuan budak rampasan perang yang boleh digauli karena status budaknya.

Kedua, sebagian ulama mengatakan kebolehan digauli harus dengan pernikahan. Menurut pandangan ini, budak itu harus dinikahi dulu baru boleh digauli. Beda dengan istri biasa adalah dari segi asal. Milkul yamin berasal dari budak, istri dari wanita merdeka. Namun keduanya harus dinikahi terlebih dahulu.

4. Menjadikan Milkul yamin sebagai justifikasi seks luar nikah jelas tidak memiliki dasar yang kuat. Setengah kuatpun tidak.

Kalau pun pendapat pertama yang digunakan, kenyataannya adalah seluruh dunia termasuk negara Islam telah sepakat menghapus perbudakan termasuk dalam peperangan dan mengkriminalkan pelakunya.

Memperluas makna milkul yamin selain budak rampasan perang adalah kecerobohan sekaligus kebodohan. Persis seperti kecerobohan dan kebodohan Syahrur dalam menafsirkan banyak kosakata dan istilah dalam Alquran.

Tesis utama Syahrur : Alquran turun sebagai pedoman untuk semua manusia dan sepanjang masa, karena itu harus bisa disesuaikan dengan cara hidup apapun dimanapun. Alquran harus sesuai, disesuaikan dan dipaksa sesuai.

Dalam kasus ini, karena seks diluar nikah adalah jamak di banyak tempat maka Alquran harus menyesuaikan. Dengan ilmu cocokologi alias gothak gathuk, ketemulah milkul yamin.

Khulasatul kalam, membaca Syahrur berujung pada ungkapan yang sering dikutip Imam Alusi dalam tafsirnya : نسمع جعجعة و لا نرى طحنا
Suara alu bertalu-talu, namun tak ada tepungnya.

Wallohu a’lam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Danrem 162/WB Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan dan Hijaukan Hutan

Wed Sep 4 , 2019
TNInspirasi – Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., bersama Wakil Bupati Loteng dan rombongan The 6 th Asia Pacific Georpark Network (APGN) dari 30 negara melaksanakan penanaman bibit pohon di Dusun Pemotoh Tengah Desa Aik Berik Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Loteng, Rabu (4/9). Adapun jenis bibit […]