Musixperience : The Journey dari ‘Sang Penggelisah Musikal’ Suradipa

GETNEWS.ID – Taman Budaya Nusa Tenggara Barat kembali menggelar program rutin dalam rangka memajukan dan mengembangkan seni sebagai pilar kebudayaan. Melalui acara yang bertajuk Pentas Musik MUSIXPERIENCE, Taman Budaya menghadirkan dua musisi lokal yang nama serta karya-karyanya banyak dikenal di kalangan para musisi tanah air. Mereka adalah Ari Juliyant dan Suradipa diteater tertutup Taman Budaya, Sabtu.

Mengawali pentas, Suradipa pria kelahiran Mataram 22 Oktober 1974 ini membawakan aransemen ciptaannya sendiri dari album ‘White Journey‘ (2016), My Angel yang bisa dinikmati di Spotify. Berlatar music jazz, My Angel terasa begitu eksklusif didengarkan apalagi dalam pentas musik yang Free Entrance alias Gratis. Namun sayang, acara yang sebenarnya diadakan untuk para penggiat seni ini minim kehadiran mereka. Kebanyakan penonton yang hadir adalah pecinta musik dari kalangan masyarakat biasa.

Salah seorang pengelola Taman Budaya yang tidak ingin disebutkan namanya, juga menyesalkan sepinya minat para seniman terutama musisi lokal untuk hadir di pentas musik yang diadakan Taman Budaya.

Suradipa and Friends

“Seharusnya yang banyak hadir menonton para seniman musik, tapi entahlah saya juga tidak tahu kenapa padahal ini dibuat untuk mereka-mereka,” katanya.

Hal inilah salah satu alasan Suradipa merasa ‘gelisah’, dan sering diungkapkannya diberbagai kesempatan saat mengikuti event atau diskusi ringan di warung kopi. Hingga akhirnya, ia sering di sebut sebagai ‘Sang Penggelisah Musikal’ oleh rekan-rekannya.

Dipa demikian ia biasa disapa, sering tampil di event-event musik ditanah air. Seperti Jazz Goes to Campus di Yogyakarta (1997), Bali International World Music Festival (2012), TP Jazz Festival Bandung (2015), Sound Of Senggigi (International Jazz and World Music Festival 2016), Bali International Guitar Festival dimana juga perform Balawan, Adolfo Timuat dari Spanyol dan Paul Van Schagen dari Belanda pada 2016, Senggigi Sunset Jazz (2017-2018), Bali Blues 2017 dan pada Juli 2019 kemarin. Dan masih banyak lagi event berbagai skala yang diikuti pria yang sudah menelurkan dua buah album ini.

Dipa berharap, pentas musik yang diadakan Taman Budaya NTB bisa sedikit mengusir kegelisahannya akan kurangnya minat musisi lokal untuk menggunakan sebaik-baiknya kesempatan yang diberikan oleh Taman Budaya untuk meng-eksplore kemampuan mereka tampil.

Dalam pentas malam ini, Dipa membawakan beberapa lagu tradisi Sasak/Lombok yang digubah dan diaransemen ulang, seperti lagu Musim Mataq dan Kadal Nongaq yang dinyanyikan oleh Gina. Perform Dipa Bersama teman-temannya, Yuda Anggana (Bass), Syahrul (Seruling) dan Gde Agus pada percussion diakhiri oleh sebuah aransemen baru yang judulnya masih dirahasiakan Suradipa dan merupakan salah satu lagu yang akan mengisi album terbarunya yang direncanakan keluar bulan Oktober ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Musixperience : Mimpi Ari Juliyant dari 'Stasiun Mataram' untuk NTB

Sun Aug 4 , 2019
GETNEWS.ID – Taman Budaya Nusa Tenggara Barat sebagai laboratorium seni memberikan perhatian serius terhadap keberadaan seni yang berada di wilayahnya, salah satu bentuk perhatian tersebut adalah dengan menggelar acara rutin untuk pentas seni baik di teater terbuka maupun tertutupnya. Salah satunya adalah Pentas Musik bertajuk Musixperience yang menghadirkan dua musisi […]