BKP Kelas I Mataram musnahkan Bibit kubis berbahaya Amerika

GETNEWS.ID – Bibit kubis berbahaya dari Amerika dan ratusan kilogram daging beku asal Surabaya Jawa Timur dimusnahkan pihak Balai Karantina Pertanian Kelas (BKP) I Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis (25/07).

“Ada lima jenis komoditas yang dimusnahkan. Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar dalam incenerator dan dikubur,” jelas Kepala Seksi Karantina Hewan Mataram drh. Syahdu Pramono

Menurutnya, pemusnahan sejumlah komoditas berupa daging dan tumbuhan tak berdokumen asal luar negeri tersebut, karena tidak memiliki sertifikat kesehatan daerah asal.

“Komoditas yang kita musnahkan terdiri dari benih kubis 30 kg asal Amerika yang dilengkapi dokumen, namun setelah dilakukan uji laboratorium terdeteksi positif OPTK A1 Pseudomonas viridiflava berbahaya bagi pertanian kita,” ujarnya.

Komoditas lainnya, antara lain 10 bokĀ  setara 500 kg daging beku asal Surabaya, tanaman hias 10 gram, cabe kering 2 kg, benih strawberi 2 gram, benih sayuran 50 gram, buah-buahan 300 gram, benih tanaman buah 22 gram.

“Keseluruhannya tidak dilengkapi sertifikat kesehatan daerah asal,” kata Syahdu.

Komoditas tersebut, kata Syahdu, berasal dari Malaysia, Amerika Serikat, dan juga ada dari Vietnam. Berkat kerjasama dengan sejumlah pihak terkait, aksi penyelundupan dapat digagalkan.

“Karantina bekerja sama dengan kepolisian, Bea Cukai, Avsec Bandara Internasional Lombok, dan Kantor Pos Mataram,” ujarnya.

“Kita sangat terbantu sekali dengan adanya kerjasama dengan pihak kepolisian, Bandara, Bea Cukai dan lainnya. Kalau petugas dari kita (Karantina) saja tidak cukup. Oleh karena itu saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu,” katanya.

sumber : Antara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Ombudsman temukan sejumlah maladministrasi sistem zonasi PPDB

Fri Jul 26 , 2019
GETNEWS.ID – Ombudsman RI menyatakan masih menemukan sejumlah maladministrasi penerapan kebijakan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020. “Temuan dan rekomendasi yang Ombudsman sampaikan bertujuan untuk memperbaiki sistem zonasi PPDB tahun selanjutnya,” kata Ketua Ombudsman RI Amzulian Rifai, di Jakarta, Jumat (26/7), pada konferensi pers terkait […]