‘Kere Alang’ Pakaian Sarat Filosofi yang Mengantarkan Azizah Raih Juara

MATARAM – Berita tentang keberhasilan Azizah, gadis asal Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berhasil meraih juara sebagai Putri Otonomi Daerah Pariwisata 2019 di ajang APKASI OTONOMI EXPO 2019 di Jakarta 3-5 Juli lalu menjadi headline beberapa media online di NTB hari ini, Minggu (07/07).

Penampilannya yang anggun dan percaya diri diatas Catwalk ajang APKASI OTONOMI EXPO 2019 semakin terlihat sempurna dengan balutan pakaian adat KSB yang dimodifikasi kain tenun dan brokat.

Tapi banyak yang tidak tahu tentang makna pakaian yang dipakai Azizah di ajang tersebut yang dibuat dan didesain oleh desainer lokal yang juga baru pertama kali membuat pakaian modifikasi dari pakaian adat. Eka Gustina yang biasa dipanggil Bunda Suci oleh Azizah.

Desainer Pakaian Kere Alang Modifikasi, Eka Gustina (Bunda Suci)

Dari penuturan Azizah, pakaian Kere Alang yang ia gunakan sarat dengan filosofi kearifan lokal Sumbawa.

Sua dan Tengkak atau penutup kepala yang saya gunakan contohnya adalah representasi tentang kehormatan dan keanggunan seorang wanita,” Jelas Azizah.

Azizah saat menerima piala sebagai Juara Putri Otonomi Daerah Pariwisata 2019 di ajang APKASI OTONOMI EXPO 2019 di Jakarta 3-5 Juli 2019

Baju Kere Alang khas Sumbawa Barat yang dibuat dengan kain tenun berwarna merah magenta dan hitam yang dimodifikasi Brokat membuatnya terlihat mewah dan anggun saat dikenakan gadis bertinggi badan 163 cm ini.

Azizah (nomor dua dari kiri) bersama rekan sesama Dedare Semawa Resita (nomor dua dari kanan) dan koordinator Surdianah (paling kiri) serta MUA-nya Sri Handayani (sebelah kanan) yang banyak membantu dan mensupportnya.

“Kainnya kain tenun yang mewakili kearifan lokal masyarakat Sumbawa Barat, dibalut dengan motif Kemang Satange (Bunga yang tumbuh di Danau Lebo di Taliwang Sumbawa Barat) dan Lonto Engal (Tumbuhan yang menjalar). Kemang satange, menebar kebaikan antar sesama. Sedangkan Lonto Engal tentang tradisi masyarakat yang menyimpan kebaikan dan tidak menyombongkan diri atas apa yang dimilikinya,” ungkapnya.

“Intinya desainer ingin memperkenalkan bahwa pakaian adat pun seperti Kere Alang jika dimodifikiasi dengan sedikit sentuhan modern tanpa mengurangi maknanya bisa terlihat anggun jika dipakai dan tentunya dengan desain ini diharapkan Kere Alang bisa lebih dkenal luas,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

BMKG: Gempa Ternate Merupakan Jenis Gempa Bumi Dangkal

Sun Jul 7 , 2019
JAKARTA – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan, Gempa bumi yang terjadi di Ternate, Maluku Utara pada Ahad (7/7) malam merupakan jenis gempa bumi dangkal. “Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat deformasi kerak bumi pada […]