Gelombang Pertama Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Tiba di Jeddah

JEDDAH – Gelombang pertama petugas haji yang tergabung dalam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1440 H/2019 M sebanyak 78 orang tiba di Jeddah sekitar pukul 16.30 waktu Arab Saudi (WAS). Ke-78 petugas itu menumpang pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 980 dan berangkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten pada pukul 12.00 WIB.

Sedianya, mereka yang akan bertugas di wilayah Daerah Kerja (Daker) Bandara dan Madinah itu berangkat ke Jeddah pada pukul 11.15 WIB. Namun, saat masuk pesawat pukul 10.45, pesawat baru bisa terbang sekitar pukul 12.00 WIB.

“Alhamdulillah, akhirnya tiba di Jeddah,” ujar Indra, salah seorang petugas haji, Kamis (4/7) WAS.

Petugas haji gelombang pertama ini selepas berkemas-kemas di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, kemudian melaksanakan shalat maghrib dan isya berjamaah pada pukul 20.30 waktu Arab Saudi. Rombongan kemudian diberangkatkan menuju Makkah Al-Mukarramah untuk menunaikan ibadah umrah, yakni tawaf, sai, dan tahalul.

Rombongan petugas diberangkatkan ke Makkah dengan dua bus. Masing-masing berjumlah 42 dan 36 petugas. Sepanjang perjalanan ke Makkah, petugas haji bersama melantunkan talbiyah.

Rencananya, malam ini sekitar pukul 23.00 waktu Arab Saudi, rombongan kedua petugas haji yang berjumlah 368 orang akan mendarat di Bandara Jeddah. Sekitar pukul 01.00 WAS, mereka bergerak menuju Makkah untuk melaksanakan umrah. Pada Jumat pagi atau sekitar pukul 10.00 WIB, rombongan pertama petugas haji langsung berangkat menuju Madinah sekaligus persiapan menyambut jamaah haji kloter pertama pada Sabtu mendatang.

republika.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Gubernur NTB: Jangankan Gempa, Kiamat Pun Ada Yang Memprediksi

Fri Jul 5 , 2019
MATARAM¬†– Menanggapi hasil penelitian salah satu peneliti asal Amerika¬† mengenai adanya potensi bencana gempa bumi di sejumlah daerah di Indonesia serta viralnya pemberitaan potensi terjadinya gempa Megathrust diwilayah selatan Lombok, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menegaskan bahwa bencana alam adalah sesuatu yang bisa terjadi di belahan manapun di bumi. “Bencana […]