Bupati Lobar Latih Kepala Desa Mengelola Distinasi Wisata Desa

Lombok Barat – Pelatihan yang dibuka oleh Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid ini mengambil thema “ Melalui Pelatihan Desa Wisata kita Wujudkan Pembangunan Pariwisata Berbasis Pemberdayaan Masyarakat dan Berkelanjutan ” bertujuan meningkatkan kapasitas para pemangku di desa dalam pemberdayaan dan berkelanjutan pembangunan pariwisata pada masing-masing desa sesuai dengan potensi desa yang dimiliki untuk terintegrasinya pembangnan kepariwisataan di Kabupaten Lombok Barat dan adanya master plan sederhana atau peta wisata pada masing-masing desa wisata sesuai dengan potensi yang dimiliki.

Dalam Sambutannya Bupati H. Fauzan Khalid menyampaikan bahwa dia menyambut baik kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Pariwisata ini. Karena disatu sisi sedang dilanda virus covid dan berusaha mengatasi penyebaran virus covid-19 , disisi lain tidak boleh berhenti beraktifitas.

Labih lanjut Fauzan menyampaikan bahwa acara ini diselenggarakan dengan melibatkan semua pelaku wisata, semua pembicara yang menyampaikan materi adalah semua pelaku wisata yang biasa menata sebuah destinasi dan juga membantu Lombok Barat dalam kontek pemulihan pariwisata.

Bagaimana menata sebuah destinasi dan dengan lebih menekankan pada bagaimana mempublikasikan sebuah destinasi. Publikasi ini bahkan lebih penting karena pengaruhnya sangat luarbiasa terhadap memperkenalkan destinasi, dari sisi kemajuan Desa, ekonomi Desa, integrasi sosial masyarakat Desa nantinya akan terbangun dengan baik.

“ Kita harus berfikir bagaimana mendapatkan PADes (Pendapatas Asli Desa) dari Pariwisata, dari membangun ekonomi kreatif. Di Lombok Barat  puluhan Desa yang memiliki potensi untuk dapat meningkatkan PADesnya, sekarang ini rata-rata PADes (ini diluar bagi hasil ) masih belum maksimal, ada memang beberapa desa yang cukup lumayan tetapi angkanya masih di bawah 500 juta.” Terangnya.

Salah satu syarat untuk memajukan Desa Wisata harus Genem (Sasak red.) atau konsisten, dan Genem/konsisten ini butuh kesabaran.

“ Kita sudah mengidentifikasi beberapa aktifitas/Iven di tingkat Desa akan diambil untuk dijadikan iven wisata ditingkat Kabupaten bahkan tingkat Provinsi. Sehingga kita membayangkan tidak hari tanpa iven di Lombok Barat dan itu harus terpublikasi keluar.

“ Salah satu kelemahan kita adalah sering gampang menemukan kesalahan orang dan kesalahan atau keburukan itu kemudian dipublikasikan besar-besaran. Contohnya pelaku wisata desa A misalnya main-main ketempat wisata desa B gampang dia temukan kejelekan desa B ini kemudian di blowup bahkan dilebih-lebihkan di media karena dianggap mereka pesaing padahal diwisata itu tidak pesaing.”

“ Bersaing untuk saling menjatuhkan itu tidak boleh ada dibidang pariwisata, bersaing untuk maju baru boleh, saling mendahului dalam kontek lebih maju tapi kalau saling menjatuhkan itu tidak akan ada dan pasti yang akan menjatuhkan itu ikut jatuh. Trend berfikir semacam ini tolong jangan ada lagi, mari saling sanjung dan insya allah akan menjadi inflikasi besar terhadap kemajuan pariwisata kita.” Tutupnya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Bakti Sosial Dan Olahraga Digelar Jelang HUT TNI Ke-75 Wujud Nyata Sinergi Untuk Negeri

Sun Sep 13 , 2020
Mataram – Dalam rangka memperingati HUT Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-75 Tahun 2020, Korem 162/WB menggelar kegiatan olahraga bersama yang diikuti oleh personel TNI AD, TNI AU, TNI AL, POLRI se-Kota Mataram dirangkai dengan Bhakti Sosial (Baksos) donor darah, khitanan dan pemberian paket sembako kepada masyarakat terdampak Covid-19 yang dilaksanakan […]