Penggelapan Dana Desa, mantan Kades dan Sekdes Terong Tawah jadi tersangka

Lombok Barat – Mantan Kepala Desa dan Sekretaris Desa Terong Tawah Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penyalahgunaan Dana Desa oleh Satreskrim Polres Lobar.

“Untuk kasus Terong Tawah ini tersangkanya sudah kita tetapkan juga, itu sekitar 2 atau 3 hari yang lalu,” kata Kasat Reskrim Polres Lobar, Dhafid Siddiq, S.H., S.I.K, saat ditemui di ruangannya, Sabtu (22/08/2020).

Dari hasil audit investigasi yang dilakukan oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) ditemukan adanya penyalahgunaan dana desa dan mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp 480.000.000.

“Ini kasusnya terkait dengan DD (Dana Desa) dan Alokasi Dana Desa, pada waktu beliau menjabat,” imbuhnya.

Dalam kasus ini, tersangka berinisial S dan mantan sekdesnya yang berinisial HB, kini sudah tidak lagi menjadi perangkat desa setempat diseret karena dana desa yang disalahgunakan yang mana sebagiannya dialokasikan untuk pembangunan.

“Kemudian ada juga pembangunan fiktif, di mana pembangunan tersebut sudah ada laporannya tetapi bentuk fisik dari bangunan tersebut tidak ada. Sebagian juga dialokasikan untuk mark up, di mana laporan harga dibuat tidak sesuai dengan yang sebenarnya,” jelas AKP Dhafid Siddiq.

Laporan dari masyarakat terkait kasus ini sudah diterima oleh Satreskrim Polres Lobar sejak tahun 2018 lalu. Dan hasil penyelidikannya baru terungkap sekarang.

“Kita bisa mudah melakukan penyelidikan terhadap pejabat itu justru ketika dia sudah tidak lagi menjabat. Karena ketika masih menjabat pasti banyak yang menutup-nutupi.” ungkap Kasat Lantar Polres Lobar ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Menteri Pertanian RI kagumi gairah sektor pertanian dan peternakan NTB

Sat Aug 22 , 2020
Lombok Tengah – Sektor pertanian, yang di dalamnya juga terdapat peternakan merupakan salah satu sumber mata pencaharian terbesar rakyat Indonesia. Keberlangsungan sektor ini pun begitu krusial, terlebih di masa pandemi Covid-19. Untuk itu, para petani dan peternak diwajibkan dapat terus produktif. Hari ini, Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo melakukan […]