Perjalanan BDRS Menjadi UTDRS Penuh Proses Bermakna

Mataram – Pelayanan transfusi darah, merupakan upaya pelayanan kesehatan yang memanfaatkan darah manusia sebagai bahan dasar dengan tujuan kemanusiaan. Pelayanan unit transfuse darah sebagai salah satu upaya kesehatan dalam rangka penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan sangat membutuhkan ketersediaan komponen darah yang cukup, aman, mudah diakses, dan terjangkau oleh masyarakat.

Sebagai rumah sakit rujukan Tipe B Pendidikan, RSUD Provinsi NTB membentuk Instalasi Bank Darah pada tahun 2011 yang bertanggungjawab atas tersedianya darah untuk transfusi yang aman, berkualitas, dan dalam jumlah yang cukup untuk mendukung pelayanan kesehatan di rumah sakit, ucap direktur RSUD provinsi NTB, dr. Lalu Hamzi Fikri, senin, (17/08/2020) di acara peresmian Gedung layanan covid-19 dan trauma center, RSUD Provinsi NTB.

Seiring dengan dinamika dan tuntutan pelayanan, maka dipandang perlu untuk melakukan transformasi dari Bank Darah Rumah Sakit (BDRS) menjadi Unit Transfusi Darah Rumah Sakit (UTD RS).

Ia juga menjelaskan Riwayat Perjalanan Proses Visitasi UTD RS, pada tanggal 12 Maret 2020, kami mengajukan permohonan izin Penyelenggaraan UTDRS ke Gubernur Nusa Tenggara Barat, 8 Mei 2020, koordinasi dan konsultasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi NTB terkait dengan proses izin penyelenggaraan UTDRS, “ucapnya

Tak terhenti sampai di sana, 19 Juni 2020, pihak kami menerima surat pemberitahuan Visitasi dari Dinas Kesehatan Provinsi NTB. Sehingga pada tabggal 23 Juni 2020, Visitasi UTDRS oleh Tim Assesor Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dan Alhamdulillah di tanggal 17 Agustus 2020 ini, Soft Launching UTDRS RSUD Provinsi NTB bisa dilaksanakan, ” Ucapnya penuh bahagia

Berbicara Latarbelakang hadirnya UTDRS ini, tidak bisa kita tepis kerena ketersediaan darah di UTD PMI Lombor Barat yang terbatas, sehubungan dengan banyak rumah sakit yang harus dilayani permintaan darah baik rumah sakit negeri maupun rumah sakit swasta.

Hal ini berdampak terhadap kurangnya pemenuhan kebutuhan darah di Bank Darah RSUD Provinsi NTB oleh UTD PMI Lobar sehingga pelayanan IBDRS dalam memenuhi kebutuhan darah untuk transfuse darah tidak berjalan secara optimal, sehingga sasaran pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Keputusan Menteri Kesehatan no. 423 Tahun 2007, “ucapnya tersenyum penuh makna

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Kodim 1606/Lobar gelar kegiatan Komsos Kreatif lomba melukis Kaligrafi

Tue Aug 18 , 2020
Mataram – Komandan Kodim 1606/Lombok Barat Kolonel Arm. Gunawan, S.Sos., MT., membuka kegiatan Lomba Menulis Kaligrafi dalam rangka Komunikasi Sosial (Komsos) Kreatif Kodim 1606/Lobar di halaman Makodim, Selasa (18/08). Mengusung tema ‘Membentuk Sumber Daya Manusia Kreatif, Inovatif dan Adaptif’ Dandim dalam sambutannya berharap agar semua peserta mengusung tinggi nilai sportifitas. […]