Modus Jual Kue, Polisi Ringkus Bandar Sabu


Mataram – Satresnarkoba Polresta Mataram kembali menangkap seorang pelaku yang diduga mengedarkan narkotika jenis sabu. Pelaku berinisial BD alias Dimpil warga Kelurahan Babakan Barat, Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya Kota Mataram. Modus yang dilakukan pelaku cukup unik. Modusnya berpura-pura menjual kue dan bahan pembuatan kue Tapi juga menjual sabu dan modusnya terendus oleh petugas saat ditangkap. ‘’ Dia ini menjual masakan kue dan bahan dasarnya seperti tepung dan lainnya. Tapi dia juga menjual sabu,’’ ungkap Kasat Narkoba Polresta Mataram, AKP Elyas Ericson di Mataram, Rabu (12/08).

Berawal dari informasi masyarakat. Petugas mendatangi salah satu gudang di Babakan Kemudian pengledahan dilakukan di rumah pelaku sehingga Total sabu yang didapatkan petugas pun cukup banyak sekitar 90,71 gram.

Tak hanya itu, Petugas juga mendapatkan uang tunai Rp 2,9 juta yang diduga hasil transaksi sabu, Dua buah handphone milik pelaku melengkapi barang bukti yang didapatkan petugas. ‘’ Kami amankan pelaku disebuah gudang di Babakan, Gudangnya itu untuk membuat kue. Saat kami amankan sabunya itu baru datang. Tapi ada juga yang sempat dijual sedikit ,’’ bebernya.

Pengledahan juga dilakukan digudang kue. Gudang tersebut selama ini digunakan oleh istri pelaku berjualan, Tapi petugas memastikan, istri pelaku tidak terlibat dengan bisnis haram suaminya. ‘’ Istrinya hanya menjual kue. Gak tau dia kalau suaminya jual sabu,’’ katanya.

Dari hasil interogasi petugas. Sabu didapatkan dari seseorang yang sudah dikantongi identitasnya Biasanya, pelaku memesan sabu via telepon. Kemudian barang haram pesanan pelaku diantarkan. ‘’ Sabunya dipesan lewat telepon, Kita sudah telusuri dari mana dia dapat dan akan kita tindaklanjuti,’’ ungkapnya.

Sabu yang dipesan pelaku seharga Rp 40 juta. Sistemnya, pelaku terlebih dahulu memberikan uang panjar (DP) sekitar Rp 15 juta. Sisa pembayaran akan dibayarkan belakangan. ‘’ Dia ini baru DP Rp 15 juta. kalau harga sabunya itu Rp 40 juta,’’ katanya.

Oleh pelaku, sabu dipecah menjadi puluhan poket. 1 poket ada yang dijual seharga Rp 100 ribu dan Rp 200 ribu. ‘’ Istilahnya itu diecer sama dia. Mulai Rp 100 ribu dia jual,’’ bebernya.
Pelaku kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dengan perbuatannya itu, pelaku terancam dijerat pasal 114, pasal 112 dan pasal 127 Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Di Hadapan Menko Kemaritiman, Wagub Paparkan Strategi Pariwisata NTB

Wed Aug 12 , 2020
Mataram – Sektor pariwisata adalah salah satu sektor yang paling nyata terdampak akibat pandemi Covid-19. Sektor pariwisata di NTB tentunya juga tak luput dari dampak pandemi. Karenanya, di masa adaptasi kebiasaan baru, Pemerintah membuat strategi membangkitkan pariwisata NTB. Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah dalam webinar yang bertajuk […]