Muji Miq Muji

Jelang Nyiwaq (Sembilan Hari-red) – Mengenang Drs. H Lalu Mujitahid. oleh | H Lalu Gita Ariadi


GET MORE | Pernah membaca tulisan Lalu Anas Amrullah (LAA) berjudul Tujuh Hari Di Ruang Isolasi Covid 19 ? Tulisan ini viral di medsos dan WA Group.

Membaca tulisan LAA, muncul perasan duka bercampur haru. Duka karena kita ditinggal seorang tokoh yang ketokohannya sangat disegani. Haru karena LAA berani mengambil keputusan beresiko pada saat yang tepat.

Saya baca tulisan part 1 dan part 2 berulang kali. Tulisan bagus, inspiratif, informatif, edukatif, persuasif, jujur dan terbuka. Selaku Ketua Harian Gugus Tugas Pandemi Covid 19 Propinsi NTB saya salut dan terbantu.

Informatif, karena dari testimoni itu kita tahu detail banyak peristiwa sebelum dan selama perawatan covid 19 hingga berpulangnya ke rahmatulloh Mamiqda Drs. HL. Mujitahid.

Edukatif, karena sejatinya banyak pesan moral yang terselip didalamnya. Dalam suasana batin yang pasti terguncang, LAA tampil ambil resiko demi bhakti kepada mamik, kepada ibu dan kepada keluarga dengan tetap menjaga imunitas diri demi kebaikan semua.

Semua diceritakan terbuka tanpa ada yg ditutupi dan jujur agar masyarakat paham bahwa covid 19 ini bukan aib tapi wabah yang butuh komitmen dan kesadaran bersama untuk memutus mata rantai penularannya. Siapkah anda bertindak seperti LAA bila menghadapi hal yang sama ? Dalam era new normal yang masyarakatnya kendor menerapkan protokol covid 19, kita harus bersiap hadapi situasi terburuk. Kuatkan bathin dan tingkatkan imunitas demi jalani takdir-takdirNYA.

LAA dan HL Mujitahid Family, contoh baik bagaimana merespon vonis positip covid 19. Terguncang itu pasti. Tapi pikiran tetap terkontrol menghadapinya. Semua harus jalani contact tracing di rapid test, di swab, rumah di sterilisasi dan semua protokol covid 19 dijalani.

Sebelum meninggal dunia, Mik Muji ( lahir di Kuripan 8 September 1938 ), memang dinyatakan positif Covid-19. Awalnya keluhan nyeri di punggung dan gangguan tidur. Dari konsul dengan dokter internis dan dokter psikiatri diagnosisnya rematik dan diberikan obat untuk pereda nyeri dan gangguan tidur.

Jumat sore ( 31/7 ) keluarga melakukan pemeriksaan darah (lab) dan gula darahnya diangka 230. Mik Muji sudah sejak satu tahunan diminta untuk menjaga gula darahnya .

Sabtu ( 1/8 ) siang kondisi Miq Muji semakin terlihat kelelahan dan mulai susah bernafas. Setelah dilakukan observasi oleh dokter keluarga, sabtu malam diminta untuk melakukan foto torak dan laju endapan darah. Dari hasil foto torak, terlihat sudah ada bercak di paru-paru, mengarah ke pneumonia berat, hingga akhirnya keluarga memutuskan membawa ke RSUP NTB pada jam 3 dini hari.
Dalam satu tahun terakhir, Miq Muji juga menderita syaraf kejepit.

Semua kronologis penyakit dengan medical record yang rapi di uraikan dengan baik sehingga pembaca sangat paham dengan penyakit yang menghinggapi Mik Muji.

Ketika Kepala Biro Umum Setda Propinsi NTB melapor via WA, Wak Muji masuk rumah sakit. Terbersit rasa cemas luar biasa. Betapa tidak, beberapa hari sebelumnya Mamiq Mariyun masuk rumah sakit dan akhirnya meninggal dunia. Saya cemas terhadap pasien komorbid para senior sesepuh yang masuk pada kelompok umur rentan covid 19.
Kadikes Propinsi NTB dan Direktur RSUP intens melaporkan perkembangan perawatan pasien-pasien covid 19 yang kemudian menjadi bahan press release setiap malamnya.

Sosok yang sosok

Dalam acara pemakaman mewakili Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Barat, saya sampaikan ungkapan duka cita yang mendalam dan rasa kehilangan sosok ( figur ) yang sosok ( bahasa sasak : pantas / layak ) jadi panutan.

Mik Muji sosok yang seakan tidak kemana-mana tapi ada dimana-mana.

Tidak kemana-mana, utuh hadir sebagai kepala rumah tangga melimpahkan kasih sayangnya ke ibu ( uwaq ) Hj Kerniasih ( menikah 8/9/1964 ) yang dikaruniai 4 putra-putri dan cucu-cucu. Sebagai suami dan seorang ayah, Miq Muji berhasil membina keluarga sakinah mawaddah waarahmah.

Ada dimana-mana, Miq Muji nyaris hadir di semua dimensi ruang ipoleksosbud NTB.

Secara ideologi, keimanannya terpancar kuat dari wajah, kata dan perbuatannya. Aktif di berbagai organisasi keagamaan Islam, di persarikatan Muhammadiyah, memimpin Dewan Masjid dan lain-lain. Secara ideologi politik, Mujitahid bajang adalah Sekum Kesatuan Aksi Pengganyangan Gestapu PKI NTB ( 1965-1966 ). Sekum HMI Cabang Mataram ( 1963-1966 ), Ketua Dewan Pakar ICMI NTB, pembina KAHMI dan masih banyak lagi organisasi afiliasi islam yang lain. Dengan jiwa merah putih yang kuat, ia tetap hangat dengan yang non islam, dengan parisade, prajaniti, kristen, nasrani, PSMTI dan lain-lain. Nyaris ia adalah bapak dari semua.

Dikancah politik praktis, selain berhasil menduduki jabatan politik sebagai wakil Ketua DPRD-GR NTB ( 1971 ),
Walikota mataram dan Bupati Lombok Barat, Miq Muji juga tokoh sentral partai Golkar NTB. Mik Muji politisi hebat yang awali karier sebagai birokrat. Pernah menjadi camat Tanjung ( 1969 ) dan berbagai jabatan struktural diberbagai tempat.

Di bidang ekonomi, Miq Muji sangat perhatian pada gerakan koperasi, pemberdayaan ekonomi rakyat dan pengembangan ekonomi syariah. Pernah dalam rapat penyempurnaan kepengurusan Islamic Centre di Masjid Hubbul Wathan, dengan halus Miq Muji minta tidak didudukkan di posisi pembina yg elitis tapi bersedia duduk di bidang yang operasional sifatnya yang berhubungan dengan pengembangannekonomi ummat dan pengembangan ekonomi syariah. Hingga menjelang akhir hayatnya, kami masih sering diskusi intens memformulasi gagasan Gubernur NTB – Dr. H. Zulkieflimansyah yang sedang getol dengan program MAWAR EMAS yaitu Melawan Rentenir Berbasis Masjid.

Di bidang sosial, tak terbilang lembaga sosial yang digelutinya mulai dari pembina gerakan pramuka, yayasan sosial, lembaga pendidikan, kependudukan, lingkungan hidup dan sebagainya. Atas segala dedikasinya Presiden RI pada tahun 1992 menganugerahinya Satya Lencana Pembangunan bidang pertanian, koperasi dan keluarga berencana.

Dibidang budaya, Miq Muji menaruh perhatian yang sangat besar terutama dalam kapasitasnya sebagai pemucuk wali paer Majelis Adat Sasak ( MAS ). Berdiskusi dengan Miq Muji seakan menimba air dari sumber yang tak pernah mengering. Stamina juga dibutuhkan bila berdiskusi karena Miq Muji siap berdialog berlama-lama dari A to Z dengan semua elemen dan segala strata sosial. Miq Muji adalah oase yang memberi kesejukan dan mitra dialog yang menyenangkan.

Miq Muji dikagumi banyak pihak. Ingin rasanya berlama-lama bersama Miq Muji. Manusia berencana, Takdir Tuhan maha penentu segalanya. Tenaga medik telah berbuat optimal atasi positip covid 19 yang diderita. LAA sudah paripurnakan tugasnya sebagai seorang anak yang harus berbhakti kepada orang tua.

Dengan tenang Miq Muji minggu 2 Agustus 2020 meninggalkan kita semua untuk selama-lamanya. Innalillahi waainnailaihirojiun. Allahummagfirlahu warhamhu waafihi wa’fuanhu. Alfatehah.

Wassalam. Puyung Ahad 9/8/2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

ITDC klaim Lahan MotoGP tuntas, namun fakta dilapangan berkata lain

Mon Aug 10 , 2020
Lombok Tengah – Pembebasan lahan di kawasan KEK Mandalika ternyata masih terjegal. Meski PT ITDC selaku pengelola lahan mengklaim seluruh kawasan sudah tuntas, namun fakta di lapangan justru berbeda. Sejumlah warga pemilik tanah yang mengaku belum dibayar kemudian mengambil langkah meminta pendampingan dari Tim Advokasi untuk memperjuangkan hak-hak mereka. “Kami temukan […]