One Island One Room cara Kol. Laut (P) Suratun berdayakan Pulau Terluar

GET MORE – Kolonel Laut (P) Suratun, S.H., pria kelahiran Banyumas Jawa Tengah pada 25 September 1970 yang kini menjabat sebagai Danlanal Mataram mengaku sangat terobsesi untuk memberdayakan potensi sumber daya kemaritiman.

Alumni Akademi Angkatan Laut 1992 inipun tak mau menunggu lama, Suratun langsung bergerak cepat dengan memerintahkan jajarannya terutama di Posal dan Posmat untuk mendata semua sumber daya khususnya kelautan untuk dijadikan rujukannya merealisasikan salah satu buah hasil pemikirannya, yaitu One Island One Room-Satu Pulau Satu Kamar.

Sebagaimana diketahui, Wisata bahari menjadi perhatian besar pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Berwisata dengan mengunjungi pulau-pulau kecil di Indonesia dapat menjadi alternatif bagi mereka yang tinggal di perkotaan dan ingin menghilangkan kejenuhan. Terlebih di masa pandemi virus corona ini.

Sayangnya akses menuju pulau-pulau kecil di Indonesia ini belum begitu baik. Padahal, walau perjuangan menuju pulau-pulau kecil ini begitu jauh namun setimpal dengan pemandangan dan suasana yang disuguhkan.

Suratun berharap konsep pemberdayaan pulau terluar hasil buah pemikirannya bisa bersinergi melalui program pengembangan Kawasan Konservasi Perairan Nasional bernama Desa Wisata Bahari yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan mampu mendongkrak potensi wisata khususnya wisata bahari yang sudah ada.

Lebih jauh Kolonel Laut ini menjelaskan tentang konsep One Island One Room Satu Pulau Satu Kamar-nya.

“Konsep Satu Pulau Satu Kamar adalah konsep wisata bahari yang melibatkan peran serta warga sekitar pulau, bahkan mereka bisa menjadi pelaku utamanya,” kata Kol. Laut (P) Suratun, S.H.

One Island One Room atau Satu Pulau Satu Kamar sesuai dari artinya menjadikan sebuah pulau kecil yang memiliki potensi wisata bahari namun tak berpenghuni dan jauh dari pulau utama seperti layaknya sebuah kamar hotel.

Pulau tersebut ditata tanpa melakukan pembangunan yang membuat ekosistem serta keaslian dan ke alamian pulau terganggu.

Dijelaskan Suratun, nantinya pulau-pulau terpencil dan terluar tersebut setelah didata dan dicek dan ricek potensinya akan ditempatkan tenda-tenda VVIP yang akan dipasang manakala ada tamu.

“Jadi di setiap pulau yang memiliki potensi wisata dan menarik minat wisatawan untuk mengunjungi dan menginap akan kita pasangkan tenda-tenda tempat mereka bermalam,” jelasnya.

Sementara untuk semua akomodasi akan diberdayakan peran serta warga sekitar pulau untuk menjadi “pegawai hotel-nya”.

“Warga sekitar perlu dilatih hospitality, maupun kemampuan dasar ilmu perhotelan agar mampu memberikan pelayanan kepada para wisatawan sekelas hotel,” tambahnya.

Dengan konsep sederhana tersebut, menurut Suratun, selain bisa memberikan nilai tambah untuk perekonomian masyarakat nelayan di daerah terpencil juga untuk menjaga agar pulau terluar tetap terpantau dengan mensinergikan peran anggota TNI AL bersama masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

HAMI NTB Re-Launching Organisasi Bantuan Hukum Pada Masyarakat Kurang Mampu

Sat Jul 25 , 2020
Mataram – Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI) menggelar RE- launching Organisasi Bantuan Hukum (OBH) di Lombok, (25/7). DPD HAMI NTB sendiri telah dibentuk sejak 2018 yang di ketuai langsung Didit Setiawan S.H  Didit menjelaskan bahwa Selain HAMI, ia bersama rekan membentuk OBH yakni Organisasi Bantuan Hukum bagi masyarakat yang kurang […]