Menuju New Normal, Dishub Bekerja Lebih Ekstra Menjaga Pintu Masuk ke NTB

Mataram, – Di tengah wabah virus corona yang melanda wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Dinas Perhubungan NTB tetap melaksanakan tugas menjaga wilayah perbatasan dengan ketat.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) NTB Drs. H. Lalu Bayu Windya, M.Si, (24/07) menjelaskan jika Dishub Sendiri berperan membantu pemerintah dengan memposisikan diri dan menjaga pintu-pintu masuk kemudian simpul-simpul transportasi.

“Misalnya di bandara, terminal, dan pelabuhan, dengan cara memeriksa setiap kendaraan dan awak kendaraan yang masuk di NTB untuk memastikan memiliki surat sehat yang berbasis ILI (Influenza Like Illness), dilengkapi dengan wawancara yang mendalam terkait tujuan, kepentingan, dan alasn masuk di NTB untuk apa, kita wawancara lebih dalam ” tuturnya lanjut

Adapun model pengawasan protokol kesehatan yang dilakukan adalah dengan memastikan KKP (Karantina Kesehatan Pelabuhan) bekerja dengan baik.

“Memang di kendaraan sepeda motor sendiri, kami mengaku mendapatkan kesulitan dalam melakukan pengawasan, disebabkan oleh jumlahnya yang terlalu banyak lalu lalang sehingga memicu kewalahan, namun bukan berarti tidak bisa diantisipasi, ” Ungkapnya

Selain itu Dishub juga Bersama KKP memastikan Setiap kendaraan yang masuk lalu lalang itu harus sehat, artinya dipastikan setiap kendaraan disemprot dengan cairan disinfektan (Speda Motor, Mobil, Truk) semua awak penumpang menggunakan masker, disediakan hand sanitizer, pun dengan barang bawaaan yang dibawa.

“Semuanya benar-benar kami pastikan steril dan diperiksa dengan ketat serta disemprot desinfektan secara merata, ” Jelasnya

Setiap Pintu masuk seperti terminal, Bendara, pelabuhan disediakan dan dilengkapi dengan tim medis kesehatan yang berasal dari luar anggota Dishub, lebih tepatnya dari KKP (Karantina Kesehatan Pelabuhan) yang dibantu dan backup oleh Dishub sendiri

sistem jam oprasional dari dishub kala pandemi hingga pasca new normal juga meningkat hingga 24 jam, “artinya dishub tetap menjaga setiap pintu masuk transportasi baik laut, darat, dan udara dengan jam operasional 24 jam, berbeda halnya dengan sebelum pandemi yang bekerja hanyak KKP itu tadi. Dan yang paling dijaga ketat dalam oprasional ini adalah setiap kapal-kapal besar yang masuk di NTB (misal kapal barang dan kapal pesiar), ” Lanjutnya

Kalau di laut yang diperiksa adalah kapal dengan ABK-nya, Jika di Truk dan bus yang diperiksa oleh tim dishub sendiri adalah sopirnya, untuk barang bawaan kami tidak melakukan pemeriksaan. Pun dengan kendaraan yang lainnya seperti di bandara misalnya, yang ditekankan untuk diperiksa adalah para penumpang dan barang bawaan, dengan cara menjaga sterilitas disemprot cairan desinfektan, “tutupnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Pemuda Pancasila Loteng Minta Pemda Stop Aktifitas RSCM

Sat Jul 25 , 2020
Lombok Tengah – Ketua PP Lombok Tengah, M. Samsul Qomar, S. Sos meminta aktifitas Rumah Sakit Cahaya Medika (RSCM) ditutup sementara. Hal tersebut disampaikannya Sabtu (25/7) melalui pernyataan tertulis. Berdasarkan data yang ada pasien rujukan yang berasal dari RSCM di Lombok Tengah, nyaris separuhnya positif covid-19. Dan ada tenaga medis […]