TSS Selat Lombok diberlakukan, Apa itu TSS? ini penjelasan Kepala KSOP Kelas III Lembar

Lombok Barat – Bila dalam dunia dirgantara dikenal istilah Air Navigation Charges, yaitu skema yang mengatur tentang arus perjalanan suatu penerbangan di ruang udara negara lain, pun halnya dengan kapal laut yang juga harus tunduk pada TSS selama melakukan navigasi pelayaran.

Kepala KSOP Kelas III Lembar, M Junaidin, mengatakan seperti setiap pesawat, mereka juga harus tunduk terhadap arahan dari masing-masing ATC (Air Traffic Control) yang ada di setiap negara ketika melintasinya.

“Disana akan ada biaya “service” yang dikenakan kepada setiap penerbangan yang melintasi ruang udara suatu negara,” Ungkap M Junaidin, saat ditemui diruangannya, Jumat (10/7).

Merujuk pada definisinya, TSS atau Traffic Separation Scheme merupakan sistem rute manajemen lalu lintas maritim yang pengaturannya berada di bawah International Maritime Organization (IMO).

“Jalur lalu lintas maritim ini menunjukkan arah umum kapal di zona terkait dan semua kapal yang berada di bawah navigasi dari TSS semuanya berlayar ke arah yang sama (beraturan),” jelasnya.

Adapun penerapan dari TSS ini, tambahnya, akan membantu mengurangi dan mengelola lalu lintas di arus lalu lintas yang berlawanan, membantu pengelolaan kapal yang hendak masuk atau keluar dari area pelabuhan, arahan tentang jarak aman antar kapal, dan menyediakan rute untuk deep draught vessels.

“Selain mengatur tentang arus lalu lintas kapal, TSS ini juga turut memberikan pedoman terkait kapal yang hendak melintas memotong jalur yang sudah ada,” katanya.

Menurut aturan TSS, setidaknya kapal yang hendak melintas ini membuat sudut 90 derajat layaknya zebra cross yang ada di jalanan.

Hadirnya skema lalu lintas maritim semacam ini lantaran adanya peningkatan dari jumlah modanya itu sendiri.

“Jikalau tidak diatur dengan sedemikian rupa, maka tak pelak kekacauan di jalur laut akan siap mengancam. Poin dari hadirnya TSS adalah menjamin keamanan dan keselamatan dalam lalu lintas pelayaran,” lanjut M Junaidin.

Saat ini TSS telah hadir di Selat Lombok dan Selat Sunda per 1 Juli 2020 serta Selat Malaka.

“Mirip dengan Air Navigation Chargers, setiap kapal yang melewati zona TSS juga berkewajiban membayar biaya jasa pelayanan panduan pelayaran, sesuai peraturan, besarnya biaya jasa TSS ditetapkan dari bobot tonase kapal,” Pungkas Kepala KSOP Kelas III Lembar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Satres Narkoba Polres Lombok Tengah tangkap pengedar shabu di Desa Teruwai Kecamatan Pujut

Thu Jul 16 , 2020
Lombok Tengah – Satres Narkoba Polres Lombok Tengah melakukan penangkapan terhadap seorang perempuan inisial M (40) pengedar shabu, di Rumahnya di Dusun Ketangan Desa Teruwai Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Senin (13/7). Berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa di rumah Sdri. (M) sering dijadikan tempat transaksi jual beli Narkoba jenis Shabu, […]