Penjelasan dr. Emirald Isfihan tentang rapid test COVID-19

Mataram – Pemerintah bekerjasama dengan pihak medis saat ini genting-genting lakukan tes diagnostik cepat (rapid diagnostic test) untuk COVID-19 yang di jelaskan Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Kota Mataram dr. Emirald Isfihan MARS, (17/4/20).

Adapum Dr. Emirald menjelaskan Rapid Test adalah tes awal dengan sample darah untuk mendeteksi antibodi yang dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus Corona dan hasilnya bisa langsung diketahui dalam hitungan menit.

(foto. FB Emirald Isfihan)

“Selanjutnya Rapid Test belum tentu bisa mendeteksi orang yang belum menunjukkan gejala walaupun sebenarnya terinfeksi, jadi hasilnya bisa negatif walaupun seseorang sesungguhnya terinfeksi,” Jelas dr. Emirald

Seperti data nasional, yang terpapar COVID-19 bisa bergejala antara 5-6 hari setelah terkena virus tersebut, sehingga di awal  terinfeksi kemungkinan tidak bisa terdeteksi dengan rapid tes. Maka orang yang terindikasi kena corona harus mengulang lagi rapid tes misalnya 1 minggu setelahnya.

Sementara itu, antibodi yang terdeteksi pada rapid test bisa saja merupakan antibodi terhadap virus lain atau coronavirus jenis lain, bukan yang menyebabkan COVID-19, karena virus memiliki 4 genus yaitu alfa, beta, gamma dan delta, sedangkan yang menginfeksi manusia adalah genus alfa dan beta.

Sehingga Pasien hasil rapid test positif kemudian diperiksa swab melalui metode tes real-time reverse transcriptase Polimerase Chain Reaction (rRT-PCR).

“Tes PCR inilah yang memastikan apakah seseorang positif terinfeksi Corona atau tidak,” jelas dr. Emirald.

Dapat di jelaskan rapid test merupakan skrining atau pemeriksaan penyaring, sedangkan untuk diagnosa pasti covid19 yaitu menggunakan metode PCR.

Jika ada masyarakat yang panik karena ada yang positif dari rapid tes, ditunggu aja hasil setelah di swab ya. Jangan panik yang penting tetap waspada berdiam diri di rumah dan gunakan masker.

Sehingga dr.  Emirald mengatakan dari beberapa sumber ada yang mengatakan sekitar 36%.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Tiga bayi PDP di Lotim harus berpuasa sambil tunggu hasil uji Swab COVID-19

Sat Apr 18 , 2020
Lombok Timur – Bertempat di RSUD Selong Lotim, tiga Bayi jalani perawatan intensif riwayat penyakit pneumonia berat masih menunggu hasil swab Laboratorium RT PCR RSUD Provinsi NTB. Ketiga bayi tersebut berumur 1 Bulan, 3 Bulan dan 6 Bulan diantaranya MHA (6 bulan) dari kecamatan Jerowaru, MDC (3 Bulan) dari Kecamatan Wanasaba […]