Pertuni beri bantuan Penyandang Tunanetra sembako kadaluwarsa, ini alasan Dinsos NTB

Mataram – Pengakuan memprihatinkan sekaligus menjadi tamparan bagi Pemprov NTB dari Ketua Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni), yang menerima 40 paket sembako tidak layak konsumsi dari Dinas Sosial Provinsi NTB pada 30 Maret lalu. Pasalnya bantuan program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang sebagai solusi dampak sosial dari Pandemi Covid-19 yang berupa mie instan dan beras itu sudah kadaluwarsa juga penuh kutu.

Para penyandang disabilitas penerima bantuan itupun meminta keseriusan dan perhatian Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah atas bantuan sembako yang mereka dapatkan tersebut.

“Iya benar, penerima bantuan sudah sampaikan bahwa ada beras yang berkutu dan mi instan rata-rata expired. Ini kan kami sayangkan,” kata Ketua Pertuni NTB Fitri Nugraha Ningrum saat di konfirmasi di Mataram.

Buruknya kualitas bantuan sembako yang disalurkan Dinas Sosial inipun tak sejalan dengan arahan Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah yang menegaskan agar jajarannya memperhatikan kualitas pangan yang akan diberikan kepada masyarakat. Arahan itu disampaikan sejalan dengan tahap penyaluran bantuan bagi masyarakat selama masa tanggap darurat bencana non alam, akibat sebaran Covid-19.

“Apapun alasannya, bantuan makanan atau Sembako yang di berikan ke masyarakat harus berkualitas baik. Tidak kadaluarsa. Ini harus di perhatikan sekali,” kata Wakil Gubernur NTB, Siti Rohmi Djalila mewati wanti para pejabatnya pada awal April ini.

Terhadap temuan ini, Dinas Sosial NTB pun mengakui kesalahannya dan menyebut jika pihaknya telah lalai mendistribusikan sembako kadaluwarsa bagi para penyandang tuna netra tersebut. Dengan alasan bahwa stok pangan yang tersedia di gudang Dinas Sosial saat itu merupakan stok pangan sisa dari bulan Desember 2019 lalu.

“Memang Pertuni meminta bantuan sembako untuk anggotanya. Namun kami sudah beritahu bahwa stok yang ada stok lama, kurang baik. Tapi apapun itu, sembako yang sempat di berikan 31 Maret tersebut, akan ditarik atau diganti,” ucap Kepala Dinas Sosial NTB T. Wismaningsi Drajadiah saat di konfirmasi pada Senin (13/4).

Menyadari kesalahannya ini, Dinsos NTB menyatakan akan menarik kembali sebanyak 40 paket sembako yang di distribusikan kepada Pertuni tersebut, untuk kemudian menggantinya dengan yang baru atau kualitas baik. “Kita sudah mengecek kembali stok sembako di gudang Dinsos NTB. Dan memastikan menarik sembako berkualitas kurang baik dan menggantinya dengan paling baik,” katanya.

aNd

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Polisi amankan puluhan Poket Shabu dari Bandar Narkoba Antar Provinsi

Mon Apr 13 , 2020
Sumbawa Besar – Aparat kepolisian dari Satres Narkoba Polres Sumbawa menangkap seorang terduga bandar narkoba berinisial SY (33), Senin (13/04) pukul 13.30 siang tadi. Dari tangannya, berhasil diamankan sebanyak 36 poket shabu. SY ditangkap di salah satu rumah warga di Dusun Seteo Berang, Desa Setoe Berang, Kecamatan Utan, siang tadi. […]