Lombok mulai produksi sampah jadi listrik

GETNEWS.ID, Lombok Barat – Mengolah sampah tidak lagi sulit oleh Pemerintah Provinsi NTB setelah bekerjasama dengan PLN dalam pengembangan industri pengolahan sampah menjadi Pellet bahan bakar. Industri ini salah satunya berlokasi di Tempat Pembuangan Akhir Sampah Kebon Kongok, Kabupaten Lombok Barat. Sejumlah mesin pengolah sampah telah diproduksi bahkan dalam uji coba telah berhasil mengolah sampah menjadi Pellet.

Proses pengolahan sampah menjadi energi tersebut merupakan tindak lanjut Kesepakatan Bersama antara Pemprov NTB dengan Perusahaan Listrik Nasional (PLN) Persero Unit Induk Wilayah (UIW) NTB, pada 22 Januari 2020 lalu. Kesepakatan tersebut memuat tentang Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pengelolaan Sampah menjadi Sumber Energi.

Proses pengolahan sampah ini terbilang sederhana dan mudah. Setelah dipilah, sampah yang sudah terpisah dari batu dan besi kemudian dilakukan proses peuyeumisasi atau proses penumpukkan dengan bioactivator selama tujuh hari. Selanjutnya, sampah itu dimasukkan di mesin pencacah dan hasilnya dicetak dalam mesin pencetak Pellet. Hasilnya dapat dimanfaatkan untuk bahan bakar.

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah bersama Danrem 162 WB, Kol. CZi Ahmad Rizal Ramdani yang meninjau langsung proses produksi Pellet energy pada Jumat (31/1) mengatakan kehadiran mesin itu semakin memudahkan masyarakat untuk mengolah sampah.

“Terima kasih kepada PLN yang dengan kerja kerasnya, keseriusannya menyebabkan hal yang tadinya tidak mungkin menjadi mungkin di tempat kita ini, mengubah sampah menjadi sesuatu yang berarti,” kata Gubernur.

Pemprov NTB menggalakkan program Zero Waste, yaitu program menjaga kebersihan lingkungan dengan meminimalisir keberadaan sampah. Akhirnya, zero waste menjadi bahan diskursus dan perbincangan dimana-mana. Kehadiran mesin pengolahan ini, tegas Gubernur akan memberikan semangat kepada masyarakat untuk mengumpulkan sampah.

“Alhamdulillah, dengan hadirnya pengolahan menjadi sesuatu yang berarti, digunakan PLN bahkan untuk masyarakat dengan kompornya, saya kira masalah sampah minimal ada cahaya di ujung terowongan,” ungkapnya.

Gubernur mengapresiasi jajaran PLN yang telah mengembangkan teknologi ini. Sehingga, program Zero waste tidak lagi menjadi wacana namun menjadi nyata di tengah – tengah masyarakat.

General Manager Perusahaan Listrik Nasional (PLN) Persero Unit Induk Wilayah (UIW) NTB, Rudi Purnomoloka mengatakan instalasi mesin pengolahan sampah ini akan menghasilkan bahan bakar Pellet, dalam satu ton sampah dapat menghasilkan sekitar 40 persen Pellet.

“Ini adalah salah satu kontribusi kami PLN kepada pemerintah dan masyarakat NTB. Supaya kami juga bisa membantu permasalahan sampah di setiap daerah,” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Safari Subuh, Hilangkan Rentenir dan berdayakan ekonomi dari Masjid

Sun Feb 2 , 2020
GETNEWS.ID, Kota Ampenan – Gubernur NTB Zulkieflimansyah lanjutkan kegiatan mingguan untuk menyapa masyarakat melalui program bernuansa ibadah Safari Subuh. Kegiatan ini dilakukan untuk mempererat tali silaturahmi dan menjalin komunikasi yang efektif bagi pimpinan daerah dengan masyarakatnya. Perjalanan Safari Subuh pekan ini, pada Sabtu (1/2) membawa Gubernur untuk bertemu dan salat berjamaah […]