Keterbukaan informasi publik selaraskan program NTB Gemilang

GETNEWS.ID, Mataram – Jadi narasumber pada Workshop Jurnalistik Dan Pengelolaan Media Sosial, yang digelar oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Mataram pada Senin (20/1), Kepala Dinas Kominfotik Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi sampaikan pentingnya keterbukaan informasi publik dalam upaya mensukseskan NTB Gemilang.

Sebagai leading sektor dalam penyebaran informasi publik, Dinas Kominfotik terus berupaya mendorong organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup pemerintah provinsi NTB untuk membenahi pengelolaan informasi dalam mendorong keterbukaan informasi publik. Gede Aryadi mengatakan sejauh ini upaya provinsi NTB dalam penerapan keterbukaan informasi telah menghantar ke raihan predikat tertinggi sebagai Badan Publik Informatif Tahun 2019. Namun ironi OPD dan badan publik di lingkup pemerintah provinsi, belum maksimal mengelola informasi untuk publik. 

“Kontras dengan prestasi kita ditingkat Nasional, ini pekerjaan rumah bagi kita bersama untuk terus mendorong pengelolaan informasi untuk dapat di akses publik. Apalagi, sesuai Visi NTB Gemilang, dengan misi NTB Bersih dan Melayani, transparansi dan keterbukaan informasi publik menjadi prioritas dalam rangka membangun kepercayaan publik,” ujarnya.

Ia mengatakan jika masyarakat sudah percaya terhadap pemerintah, maka kepedulian masyarakat untuk mensukseskan pembangunan dan program pemerintah akan terwujud. Apalagi Gubernur NTB dalam hal ini telah menegaskan agar badan publik yang mengelola informasi, membuka keran informasi seluas-luasnya untuk masyarakat.

Menurut Gede Aryadi, informasi yang suguhkan kepada publik tidak seluruhnya dapat dikelola menjadi sebuah produk berita terpercaya. Syaratnya, informasi itu sejatinya haruslah penting untuk diketahui oleh sebagian besar khalayak dan juga dianggap menarik atau menjadi kepentingan publik.

“Penting agar berita itu mampu menjadi informasi yang jelas dan akurat bagi masyarakat dan mampu menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi pembaca. Sajikan kepada publik berita yang penting dan menarik agar publik mau membaca dan mampu mempengaruhi publik untuk melakukan sesuatu kearah kebaikan. Atau sebaliknya tidak melakukan sesuatu yang kontra produktif,” terang Gede. 

Gede mengingatkan agar 60 orang peserta workshop yang merupakan pengelola informasi dari BPOM Mataram itu dapat mengelola informasi dengan baik sesuai tupoksi BPOM. Misalnya memberikan informasi produk obat dan makanan yang efektif serta bermutu sehingga mampu menarik masyarakat untuk membaca kontennya. 

Sementara itu Kepala BPOM di Mataram Ni Gan Suarningsih, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan worksop dimaksudkan untuk meningkatkan SDM pengelola media sosial dan media lainnya. Terlebih BPOM di Mataram saat ini telah beradaptasi dengan era digital 4.0, yang menuntut untuk mempu memberikan informasi yang menarik dan bermutu.

com_info

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Kasus cerai gugat di Lotim meningkat

Tue Jan 21 , 2020
GETNEWS.ID, Lombok Timur – Ketua Pengadilan Agama Selong Drs. H Gunawan, M.H., akui lebih mudah memediasi orang yang bersengketa ketimbang memediasi orang yang ingin bercerai, hal tersebut disampaikannya pada saat ditemui wartawan dikantornya, Senin (20/1). Dijelaskan oleh Gunawan, dalam proses perkara Cerai Gugat, Pengadilan Agama selalu berupaya melakukan mediasi antar […]