2 hari terseret arus, bocah 6 tahun ini belum ditemukan

GETNEWS.ID, Mataram – Pencarian Hasan Wira Yudha (6) yang terseret arus Sungai Jangkok di Lingkungan Karang Mas Mas Cakra Utara Kota Mataram belum membuahkan hasil hingga hari kedua, Selasa (7/1). Koramil 01/Cakranegara bersama anggota Polsek Cakranegara dan warga serta Komunitas Arung Jeram mengerahkan dua perahu karet untuk mencari korban di sepanjang aliran Sungai Jangkok.

Anggota Koramil yang dipimpin langsung Danramil 01/Cakranegara Kapten Inf Asep Okinawa Muas, Camat Cakranegara, Kapolsek Cakranegara, Lurah se-Kec. Cakranegara, Linmas Se-Kec. Cakranegara, Tim Rafting (Arung Jeram) Lombok, PMI Mataram dan melakukan briefing untuk melanjutkan pencarian, di Kantor Lurah Cakra Utara.

Sekitar pukul 20.30 Wita tim gabungan Koramil 01/Cakra, Polsek Cakranegara, Camat Cakranegara, Komunitas Arung jeram dan warga setempat bekerja sama menyisir lokasi awal korban tenggelam hingga sepanjang aliran sungai jangkok. Bahkan petugas dengan mengerahkan dua perahu karet menyusur sungai hingga pukul 22.30 Wita namun belum membuahkan hasil.

Yudha, diketahui tenggelam terseret arus sungai pada Senin (6/1) sore saat bersama teman sebayanya mandi. Hal itu dilaporkan oleh temannya yang ikut mandi di sungai tersebut.

“Korban bersama teman yang seumuran dengannya mandi di situ, lalu korban tenggelam dan terseret arus. Temannya langsung lapor. Setelah saya cek ternyata di sana memang dalam dan arusnya deras, sekitar dua sampai tiga meter,” jelas Danramil.

Upaya pencarian korban itu menjadi tontonan warga sekitar. Sejumlah relawan dan warga juga berusaha mencari korban hingga ke pintu saluran irigasi. Mereka melakukan penyelaman untuk mencari korban. Namun belum juga membuahkan hasil.

Sementara secara terpisah Dandim 1606/Lobar Kolonel Czi Efrijon Kroll meminta kepada Anggota Koramil 01/Cakranegara agar terus melakukan pencarian dan berkoordinasi dengan pihak terkait dan berharap agar korban segera ditemukan.

Hujan yang terus mengguyur Kota Mataram beberapa hari terakhir membuat debit air sungai yang makin tinggi membuat proses evakuasi semakin berat. Arus sungai yang deras serta keruhnya air sungai membuat pencarian semakin sulit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Mampir ke Ponpes, Gubernur ajak masyarakat kembangkan ekonomi Ke-Ummatan

Tue Jan 7 , 2020
GETNEWS.ID, Lombok Timur – Kunjungi Pondok Pesantren Nurul Mukhlisin NW Lombok Timur pada Selasa (7/1), Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengajak masyarakat untuk mengembangkan ekonomi keummatan. Hal ini di dasari karena potensi – potensi Ponpes di NTB sangatlah banyak. “Maju tidaknya pondok kita tergantung dari aktivitas ekonominya, jadi pondok-pondok tidak boleh dikunjungi […]