NTB targetkan 2024 bebas sampah

GETNEWS.ID, Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memulai langkah awal Gerakan Pilah Sampah Dari Rumah dari wilayah pesisir pantai Kota Mataram. Muara pantai Taman Loang Balok Ampenan pada Jumat (20/12), menjadi lokasi pertama diluncurkannya kampanye tersebut. Terlebih saat ini, kawasan pantai di pusat kota ini telah menjadi sedang berbenah untuk menjadi salah satu destinasi wisata kota.

“Selain launching gerakan Pilah Sampah dari Rumah kami juga menggelar Beach Clean Up Day di Pantai Loang Baloq dan sekitarnya yang diikuti masyarakat, swasta dan lembaga pendidikan di kecamatan Sekarbela,” ujar Camat Sekarbela, Cahya Samudra.

Kelurahan Kekalik Indah, Kecamatan Sekarbela sebagai pilot project gerakan pilah Sampah dari Rumah mendapatkan empat buah komposter atau alat pengolah sampah organik menjadi kompos atau pupuk alami.

“Residu (sampah yang tidak dapat terurai) yang banyak menumpuk di muara sungai di pesisir inilah yang kita coba bersihkan dan mulai mengajak warga untuk memilah sampah sejak dari rumah dan tidak membuang sembarangan atau dikumpulkan di bank sampah untuk didaur ulang,” tambah Cahya.

Ia mendukung penuh gerakan Pilah Sampah dari Rumah untuk program unggulan Zero Waste dan NTB Bebas Sampah 2024.

Dalam waktu hanya beberapa jam, hasil bersih bersih pantai terkumpul sebanyak 500 kilogram sampah residu, dimulai dari daerah aliran sungai Kali Unus hingga muara Pantai Loang Baloq dan sekitarnya. Pengumpul sampah terbanyak adalah tim Dinas Kesehatan kota Mataram dengan 180 kilogram sampah.

Wakil Gubernur yang membuka kegiatan mengatakan, kampanye yang masif tentang pentingnya memilah sampah ini sangat dibutuhkan untuk keberlanjutan gerakan. Target rumah tangga sebagai penghasil sampah terbesar merupakan tanggung jawab pemerintah kabupaten/ kota merubah perilaku warganya sebagai mitra pemerintah provinsi.

“Tidak mungkin bisa  bergerak sendiri wujudkan NTB bebas sampah, harus ada sinergitas dengan Kabupaten/Kota, sejauh ini sampah rumah tangga menyumbang 80 persen sampah. Kota Mataram saja menghasilkan 300 ton perhari. Kalau sudah kampanye masif dilakukan baru kemudian mengaturnya dengan regulasi dan sistem yang menjadi tanggungjawab pemerintah provinsi,” ucap Wagub Rohmi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Danrem 162/WB pantau pos pengamanan Natal dan Tahun Baru

Tue Dec 24 , 2019
GETNEWS.ID, Mataram – Dalam rangka perayaan Natal tahun 2019 dan menyambut tahun baru 2020, Korem 162/WB menyiapkan 1500 orang personel baik dari satuan Yonif 742/SWY, Kodim jajaran, aparat Intelijen maupun satuan dinas jawatan. Pelaksanaan siaga langsung disatuan masing-masing dan khusus untuk satuan se Garnizun Mataram dipusatkan di lapangan Yonif 742/SWY […]