Pakai bahan peledak, dua nelayan ini diringkus Polairud Polres Sumbawa

GETNEWS.ID – Aparat kepolisian dari Polairud, Polres Sumbawa, menangkap dua nelayan yang menangkap ikan dengan memggunakan bahan peledak atau bom ikan.

Kapolres Sumbawa AKBP Tunggul Sinatrio, didampingi Kasat Polairud, Iptu Lalu Punia Asmara dan Kanit Gegana Satuan Brimob, Ipda Khikam, mengatakan, tersangka berjumlah dua orang, nelayan pelaku illegal fishing, yang diamankan pada kamis (17/10) sekitar pukul 05.30 wita di Pantai Bajo Desa Bajo, Kacamatan Utan.

Keduanya masing-masing berinisial AR (50) dan RM (20) warga Desa Bajo, Kecamatan Utan.

Kapolres Sumbawa menegaskan jika pihaknya diminta oleh sejumlah kalangan agar aparat kepolisian bisa membantu pemerintah dalam upaya menegakkan hukum mengenai dampak lingkungan hidup.

“alhamdulillah masalah Illegal fishing menjadinperhatian serius kita karena kegiatan tersebut merusak lingkungan,” katanya.

Pengeboman ikan, sering dilaksankan oleh para oknum nelayan yang tidak bertanggung jawab karena belum paham tentang arti pentingnya pelestarian lingkungan hidup, pentingnya keamanan dan kedaulatan kelautan.

” Ada enam botol bom ikan, kemudian pupuk urea dan alat-alat lain seperti sumbu dan detonator yang kami amankan di dalam sampan milik tersangka,” rinci kapolres.

Pihak kepolisian, lanjunya, akan menindak tegas apabila ada nelayan yang melakukan kegiatan-kegiatan yang merusak lingkungan dan melanggar undang-undang yang berlaku.

” khususnya para nelayan kami imbau tidak menangkap ikan dengan cara ini karena ini bisa merusak lingkungan dan kedepan pertumbuhan ekosistem lingkungan yang ada di laut Kabupaten Sumbawa akan rusak,” ungkapnya.

Kedua pelaku dijerat pasal 84 ayat 1 juncto pasal 8 ayat 1 juncto pasal 85 juncto pasal 9 undang-undang nomor 45 tahun 2009, tentang perubahan atas undang-undang nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan dan juncto pasal 55 ayat 1 KUHP, dengan ancaman hukuman 6 tahun dan denda paling banyak Rp 1,2 miliar.

Di tempat yang sama, Kasat Polairud Polres Sumbawa Iptu Lalu Punia Asmara menjelaskan, penangkapan berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa di sekitaran pantai dimaksud sering terjadi aktivitas pengeboman ikan.
Atas informasi tersebut pihaknya melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku. Bersama mereka berhasil diamankan barang bukti berupa 1 unit Sampan, 1 unit kompresor, alat penengkapan ikan seperti jaring dan barang bukti lainnya serta 6 botol bom ikan siap pakai, terangnya.

Sementara Kanit Gegana – Ipda Khikam menjelaskan secara tehnis akibat yang ditimbulkan dari rakitan sumbu serta pemicu atau detonator yang digunakan oleh pelaku pengeboman ikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Ini kata Wagub NTB di Peringatan Hari Habitat dan Hari Kota Dunia

Thu Oct 31 , 2019
GETNEWS.ID – Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah membuka kegiatan Peringatan Hari Habitat Dunia dan Hari Kota Dunia Provinsi NTB Tahun 2019 yang berlangsung di DAS Jangkok, Lingkungan Sukaraja, Kelurahan Ampenan Tengah pada Kamis (31/10). Dalam sambutannya, Wakil Gubernur mengapresiasi segala bentuk kegiatan yang menunjukan kepedulian terhadap lingkungan. Ia meminta […]